Sering Terabaikan, Buah Berkhasiat Ini Memiliki 3 Manfaat Luar Biasa
Sering terabaikan, Physalis Angulata L yang akrab dikenal sebagai buah Ciplukan ternyata merupakan buah berkhasiat yang tumbuh menjamur di Indonesia. Tanaman semak yang dulu tumbuh liar dan diabaikan keberadaannya, di era modern kini Ciplukan naik kasta karena kelangkaan dan khasiatnya. Di wilayah Indonesia sendiri buah berkhasiat ini tumbuh subur dan tersebar di pinggiran sawah, kebun, ladang juga di tepi hutan. Tak heran tanaman yang berasal dari daerah Amerika latin ini mulai diperjualbelikan baik secara tradisional maupun modern—melalui situs daring. Dilansir dari berbagai situs daring ditemukan bahwa buah Ciplukan dibandrol dengan harga yang sangat fantastis kisaran 250-500 ribu per kilogram.
Buah berkhasiat yang dulu dapat dipetik secara gratis kini memiliki harga fantastis tak heran jika banyak orang yang geleng-geleng kepala. Mahalnya harga buah berkhasiat ini tentu saja sebanding dengan khasiat yang terkandung di dalamnya bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Ciplukan memiliki kandungan berbagai senyawa yaang bermanfaat seperti; flavonoidl, asam sitrun, asam malat, polifenol, fisalin, alkaloid, kriptosanin, tanin dan vitamin C. Sangat penting mengenal manfaat buah yang berkhasiat ini, berikut 3 manfaat buah ciplukan bagi kesehatan tubuh yang perlu kamu tahu.
1. Menurunkan kadar kolesterol
Kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi dapat memicu penyakit berbahaya, kandungan asam oleat dan linoleat dalam Ciplukan mengatur kadar kolestrol. Kemampuan buah ciplukan menurunkan LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan HDL atau kolesterol baik membuat para penderita kolesterol wajib mengonsumsi ciplukan. Kandungan kalori dalam buah ciplukan yang rendah hanya berkisar 53 kalori per 100 gram, membuat ciplukan dapat dijadikan makanan diet. Kandungan gizi dalam buahnya juga tinggi mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh hingga ciplukan cocok sekali untuk diet.
2. Sebagai sistem imun dalam tubuh
Ciplukan mencegah penyakit berbahaya seperti; kanker payudara, tuberkolusis, dan menjaga hati dan ginjal, serta menurunkan kadar gula dan menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin C dan senyawa yang berperan sebagai imunitas antara lain; kerotenoid, kemampuan hiperglikemi dan menghambat pertumbuhan bakteri termasuk mycobacterium. Vitamin C yang terkandung dalam Ciplukan bersifat antioksidan dan merangsang sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Selain itu, dalam proses pembentukan kolagen vitamin C berperan sangat penting yaitu, membantu mendukung tendon, ligamen hingga membantu menjaga kesehatan kulit.
3. Memiliki efek anti-inflamasi dan regenerasi sel
Buah ciplukan memiliki kemampuan anti-inflamasi yang sangat baik hingga bisa mencegah peradangan dan sifat analgenik yang dimilikinya mampu menenangkan. Ciplukan mempercepat proses penyembuhan pada radang sendi, asam urat, wasir, menjaga kesehatan jantung dan memperlambat perkembangan arteriosklerosis dan jantung koroner. Ciplukan mengandung senyawa withanolides senyawa bioaktif steroid yang jarang terdapat pada buah lain ini membuat buahnya menjadi makan yang istimewa.
Buah berkhasiat berbentuk bulat ini memiliki senyawa withanolides yang membuat buah ciplukam istimewa karena tidak terdapat pada makanan jenis lainnya. Senyawa organik ini merangsang terjadinya apoptosis atau kematian terprogram sehingga sel yang tak diinginkan dapat berkurang atau bahkan mengalami kematian. Proses apoptosis berperan dalam berbagai proses biologi, jelas sekali ciplukan mampu menghambat perkembangan sel yang sangat berbahaya layaknya sel kanker. Pemaparan di atas adalah 3 khasiat buah yang sering sekali kita diabaikan, sudahkah kamu mulai mengonsumsi buah berkhasiat ini secara rutin?
Shintia Permata Sari, Siti Al-Muhajirin
AhyaBee
Jumat, 13 Desember 2019
Minggu, 08 Desember 2019
Review Novel Laut Bercerita
Review Novel Laut Bercerita
Judul : Laut Bercerita
Penulis : Leila S Chudori
Isbn : 978-602-424-624-5
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun terbit : 2017.
“Pengkhianatan ada di mana-mana bahkan di depan hidung kita, Laut kita tak pernah tahu dorongan setiap orang berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut tekanan penguasa,” kata Bram mengangkat bahu. “Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan.” Laut bercerita—halaman 31.
Laut Bercerita adalah novel karangan Leila S Chudori yang pernah difilmkan oleh yayasan Dian Sastrowardoyo. Pertama dilihat dari penulis menyampaikan cerita dalam plot yang sangat rapi meski menggunakan alur maju mundur.
Penulis tak hanya mampu menyayat pembaca dengan deskripsinya bahkan mengoyak perasaan pembaca—saya.
Di prolog novel ini langsung wah dengan penyajian yang membuat pembaca merinding disko. Benar-benar langsung ingin mengulik apa yang terjadi di bab berikutnya. Page turnernya halus. Setiap tokoh memiliki kebiasaan unik yang bisa diingat dengan mudah meski tokoh cerita ini sangat banyak.
Laut Bercerita memberi saya pengalaman membaca yang tak terlupakan dari sensasi yang ditimbulkan ketika dan setelah membaca. Riset tentang kejadian penyiksaan tahun 1998 di novel ini sangat terasa. Dari setiap kejadian, tenggat waktu tak ada yang sia-sia. Penggambaran ketegangan di tahun itu begitu terasa.
Ini adalah kematian yang tidak sederhana. Terlalu banyak kegelapan dan terlalu penuh dengan kepedihan.
Kegelapan yang kumaksud adalah karena kau tak tahu aku ada di sini dan mencari-cari dimana aku berada. Karena itu bayangkan saja, namaku Laut, di sanalah tempatku. Di dasar yang gelap, sunyi, diam dan tanpa suara. Menurut sang penyair kita jangan pernah takut pada gelap. Gelap adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Pada setiap gelap selalu ada terang meski hanya secercah, meski hanya di ujung lorong, demikian ujarnya. Tapi janganlah kita tenggelam dalam kekelaman. Kelam adalah lambang kepahitan, keputusasaan dan rasa sia-sia—halaman 364.
Laut Bercerita memiliki ending yang landai dan memikat. Saya sempat berpikir tak akan menemukan hal menarik setelah mencapai konflik utama ternyata saya salah.
Di bab akhir sangat jelas digambarkan keadaan para korban, orang tua dan keluarga yang masih gigih mencari kebenaran dengan berbagai penyangkalan hingga akhirnya mereka menemukan cara melanjutkan kehidupan setelah melalui trauma panjang yang tak berkesudahan. Endingnya menjadi sangat manis karena serentetan kejadian yang terjadi sebelumnya.
Laut Bercerita menceritakan secara tersirat kritik terhadap pemerintahan order baru. Romansa dalam novel ini juga terasa.
Ini bacaan yang sangat kurekomendasikan buat kalian.
Sayangnya di novel ini tak menguak lebih dalam tentang Naratama dan Kinanti. Namun, tak mengurangi nilai cerita karena memang novel memiliki keterbatasan halaman.
Rate : 4, 5/5
Judul : Laut Bercerita
Penulis : Leila S Chudori
Isbn : 978-602-424-624-5
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun terbit : 2017.
“Pengkhianatan ada di mana-mana bahkan di depan hidung kita, Laut kita tak pernah tahu dorongan setiap orang berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut tekanan penguasa,” kata Bram mengangkat bahu. “Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan.” Laut bercerita—halaman 31.
Laut Bercerita adalah novel karangan Leila S Chudori yang pernah difilmkan oleh yayasan Dian Sastrowardoyo. Pertama dilihat dari penulis menyampaikan cerita dalam plot yang sangat rapi meski menggunakan alur maju mundur.
Penulis tak hanya mampu menyayat pembaca dengan deskripsinya bahkan mengoyak perasaan pembaca—saya.
Di prolog novel ini langsung wah dengan penyajian yang membuat pembaca merinding disko. Benar-benar langsung ingin mengulik apa yang terjadi di bab berikutnya. Page turnernya halus. Setiap tokoh memiliki kebiasaan unik yang bisa diingat dengan mudah meski tokoh cerita ini sangat banyak.
Laut Bercerita memberi saya pengalaman membaca yang tak terlupakan dari sensasi yang ditimbulkan ketika dan setelah membaca. Riset tentang kejadian penyiksaan tahun 1998 di novel ini sangat terasa. Dari setiap kejadian, tenggat waktu tak ada yang sia-sia. Penggambaran ketegangan di tahun itu begitu terasa.
Ini adalah kematian yang tidak sederhana. Terlalu banyak kegelapan dan terlalu penuh dengan kepedihan.
Kegelapan yang kumaksud adalah karena kau tak tahu aku ada di sini dan mencari-cari dimana aku berada. Karena itu bayangkan saja, namaku Laut, di sanalah tempatku. Di dasar yang gelap, sunyi, diam dan tanpa suara. Menurut sang penyair kita jangan pernah takut pada gelap. Gelap adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Pada setiap gelap selalu ada terang meski hanya secercah, meski hanya di ujung lorong, demikian ujarnya. Tapi janganlah kita tenggelam dalam kekelaman. Kelam adalah lambang kepahitan, keputusasaan dan rasa sia-sia—halaman 364.
Laut Bercerita memiliki ending yang landai dan memikat. Saya sempat berpikir tak akan menemukan hal menarik setelah mencapai konflik utama ternyata saya salah.
Di bab akhir sangat jelas digambarkan keadaan para korban, orang tua dan keluarga yang masih gigih mencari kebenaran dengan berbagai penyangkalan hingga akhirnya mereka menemukan cara melanjutkan kehidupan setelah melalui trauma panjang yang tak berkesudahan. Endingnya menjadi sangat manis karena serentetan kejadian yang terjadi sebelumnya.
Laut Bercerita menceritakan secara tersirat kritik terhadap pemerintahan order baru. Romansa dalam novel ini juga terasa.
Ini bacaan yang sangat kurekomendasikan buat kalian.
Sayangnya di novel ini tak menguak lebih dalam tentang Naratama dan Kinanti. Namun, tak mengurangi nilai cerita karena memang novel memiliki keterbatasan halaman.
Rate : 4, 5/5
Tak Heran Dijuluki Raja Buah, Inilah 8 Manfaat Durian Bagi Tubuh.
Tak Heran Dijuluki Raja Buah, Inilah 8 Manfaat Durian Bagi Tubuh.
Siapa yang tak kenal buah durian? Buah tropis yang berbuah sekali dalam setahun ini memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan. Pohon buah durian tidak bisa tumbuh di sembarang tempat, tetapi pohon durian mudah ditemui khususnya di negara-negara Asia. Negara penghasil durian terbanyak adalah Thailand, Indonesia, Filipina dan sekitarnya. Tak heran buah durian ini kurang dikenal apalagi disukai terlebih orang-orang Eropa dan sekitarnya. Baunya yang menyengat menjadi salah satu faktor pemicu tak digemarinya si raja buah. Buah durian ini memiliki tekstur daging lembut, legit, berwarna cokelat kekuningan terbungkus cangkang berduri. Meski demikian, tak menyurutkan jumlah peminat buah durian ketika musim panen telah tiba.
Tak heran dijuluki raja buah, meski aromanya menyengat, buah durian memiliki rasa legit yang bikin ketagihan setiap menyantapnya, buah durian memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Rumor yang beredar di masyarakat tentang bahayanya durian dalam kadar tertentu membuat orang-orang meragukan manfaat si raja buah. Jangan mengaku pencinta durian ketika kamu tidak mengetahui 8 manfaat durian buah tubuh. Berikut adalah 8 manfaat buah durian bagi kesehatan tubuh yang wajib kamu tahu.
1. Baik untuk darah
Buah durian memiliki kandungan potasium yang memiliki peran menjaga kestabilan kadar Natrium dalam tubuh. Mengonsumsi buah durian akan mencegah hipertensi. Selain itu, kandungan folat dalam durian akan menjaga stabilitas darah sehingga kita akan terhindar dari anemia. Kandungan Mangan dalam buah durian mencegah kadar gula dalam darah. Siapa yang menyangka si raja buah ini juga mampu menghindarkan kita dari bahayanya Kardiovaskuler organosulfur dalam buah durian dapat mengatur enzim inflamasi.
2. Mencegah Insomnia
Ternyata buah durian memiliki kandungan Triptofan, di mana kita tahu Triptofan bermanfaat mengatasi kesulitan tidur atau yang sering dikenal insomnia. Seperti dilansir dalam sebuah penelitian di jurnal Peer-review Medicine.
3. Durian tidak mengandung kolesterol
Banyak orang yang mengira buah durian pemicu kolesterol tinggi sehingga banyak yang menghindari mengonsumsinya. Ternyata, itu sekadar mitos. Buah durian tidak mengandung kolesterol. Jadi, durian aman dikonsumsi oleh orang yang punya kolesterol tinggi.
4. Durian baik untuk sistem pencernaan dan menambah nafsu makan.
Serat yang dimiliki buah durian sangat tinggi sehingga sangat baik untuk pencernaan. Kandungan vitamin B dalam buah durian dapat menambah nafsu makan.
5. Antidepresan alami
Buah durian memiliki kandungan B6 yang berperan memproduksi serotonin. Hormon ini memiliki fungsi mengalirkan rasa nyaman dan senang hingga dapat dijadikan sebagai antidepresan alami.
6. Menjaga kesehatan tulang dan gigi
Buah durian kaya akan kalsium, kalium, dan vitamin B senyawa yang berperan penting dalam kesehatan tulang dan gigi.
7. Sumber energi
Seperti yang dilansir dari stylecryze.com tercatat 100 gram dari buah durian dapat memenuhi 21% kebutuhan karbohidrat harian.
8. Mencegah penuaan dini
Buah durian buah dengan kadar vitamin C yang tinggi. Vitamin C mampu mengurangi radikal bebas dari dalam diri.
Julukan King of Fruit bukan semata-mata karena didapat begitu saja, melainkan banyak manfaat yang dimiliki buah durian ini. Tak heran bukan jika buah durian ini mendapat julukan si raja buah? Itulah 8 manfaat buah durian bagi tubuh yang belum dipahami orang secara umum. Apakah sudah tak ragu lagi mengonsumsi buah durian?
Siapa yang tak kenal buah durian? Buah tropis yang berbuah sekali dalam setahun ini memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan. Pohon buah durian tidak bisa tumbuh di sembarang tempat, tetapi pohon durian mudah ditemui khususnya di negara-negara Asia. Negara penghasil durian terbanyak adalah Thailand, Indonesia, Filipina dan sekitarnya. Tak heran buah durian ini kurang dikenal apalagi disukai terlebih orang-orang Eropa dan sekitarnya. Baunya yang menyengat menjadi salah satu faktor pemicu tak digemarinya si raja buah. Buah durian ini memiliki tekstur daging lembut, legit, berwarna cokelat kekuningan terbungkus cangkang berduri. Meski demikian, tak menyurutkan jumlah peminat buah durian ketika musim panen telah tiba.
Tak heran dijuluki raja buah, meski aromanya menyengat, buah durian memiliki rasa legit yang bikin ketagihan setiap menyantapnya, buah durian memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Rumor yang beredar di masyarakat tentang bahayanya durian dalam kadar tertentu membuat orang-orang meragukan manfaat si raja buah. Jangan mengaku pencinta durian ketika kamu tidak mengetahui 8 manfaat durian buah tubuh. Berikut adalah 8 manfaat buah durian bagi kesehatan tubuh yang wajib kamu tahu.
1. Baik untuk darah
Buah durian memiliki kandungan potasium yang memiliki peran menjaga kestabilan kadar Natrium dalam tubuh. Mengonsumsi buah durian akan mencegah hipertensi. Selain itu, kandungan folat dalam durian akan menjaga stabilitas darah sehingga kita akan terhindar dari anemia. Kandungan Mangan dalam buah durian mencegah kadar gula dalam darah. Siapa yang menyangka si raja buah ini juga mampu menghindarkan kita dari bahayanya Kardiovaskuler organosulfur dalam buah durian dapat mengatur enzim inflamasi.
2. Mencegah Insomnia
Ternyata buah durian memiliki kandungan Triptofan, di mana kita tahu Triptofan bermanfaat mengatasi kesulitan tidur atau yang sering dikenal insomnia. Seperti dilansir dalam sebuah penelitian di jurnal Peer-review Medicine.
3. Durian tidak mengandung kolesterol
Banyak orang yang mengira buah durian pemicu kolesterol tinggi sehingga banyak yang menghindari mengonsumsinya. Ternyata, itu sekadar mitos. Buah durian tidak mengandung kolesterol. Jadi, durian aman dikonsumsi oleh orang yang punya kolesterol tinggi.
4. Durian baik untuk sistem pencernaan dan menambah nafsu makan.
Serat yang dimiliki buah durian sangat tinggi sehingga sangat baik untuk pencernaan. Kandungan vitamin B dalam buah durian dapat menambah nafsu makan.
5. Antidepresan alami
Buah durian memiliki kandungan B6 yang berperan memproduksi serotonin. Hormon ini memiliki fungsi mengalirkan rasa nyaman dan senang hingga dapat dijadikan sebagai antidepresan alami.
6. Menjaga kesehatan tulang dan gigi
Buah durian kaya akan kalsium, kalium, dan vitamin B senyawa yang berperan penting dalam kesehatan tulang dan gigi.
7. Sumber energi
Seperti yang dilansir dari stylecryze.com tercatat 100 gram dari buah durian dapat memenuhi 21% kebutuhan karbohidrat harian.
8. Mencegah penuaan dini
Buah durian buah dengan kadar vitamin C yang tinggi. Vitamin C mampu mengurangi radikal bebas dari dalam diri.
Julukan King of Fruit bukan semata-mata karena didapat begitu saja, melainkan banyak manfaat yang dimiliki buah durian ini. Tak heran bukan jika buah durian ini mendapat julukan si raja buah? Itulah 8 manfaat buah durian bagi tubuh yang belum dipahami orang secara umum. Apakah sudah tak ragu lagi mengonsumsi buah durian?
Review Novel UPACARA karya Korrie Layun Rampan
Review Novel UPACARA karya Korrie Layun Rampan
Judul : Upacara
Isbn : 979-419-181-7
EIsbn : 978-979-419-599-4
Penerbit : Dunia Pustaka Jaya
Tahun terbit : Cetakan pertama 1976
Sebelumnya untuk review novel ini mohon diluruskan jika ada kesalahan penangkapan cerita atau apa pun.
Upacara adalah novel pertama yang saya baca karya Korrie Layun Rampan. Memiliki bahasa yang menurut saya tinggi. Butuh waktu khusus untuk membaca novel dengan ketebalan kurang dari 150 halaman ini.
Pertama saya akan menyoroti alur cerita, dalam novel ini alur yang dipakai tak jauh berbeda dengan novel romance pada umumnya yang membedakan adalah pembawaan ceritanya, diksi yang menjadi ciri khasnya. Memiliki ending yang sederhana tapi mengena. Yang membuat proses bersatunya tokoh aku dengan Ifling menjadi istimewa adalah peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh ‘Aku’ sebelumnya.
Mengenai isi cerita, novel pemenang dalam kompetisi DKJ 1976 ini membawa pembaruan pada masanya, lokalitasnya kental sekali. Novel upacara ini menceritakan perjalanan spiritual ‘Aku’ yang hidup dalam sebuah masyarakat Benuaq—Dayak pedalaman Kalimantan.
Lahir, besar dan menjadi bagian dari suku Dayak mau tak mau harus mengikuti berbagai upacara adat baik berhubungan langsung dengan dirinya atau orang lain sebagai perwujudan kebaktian.
Setidaknya ada empat upacara besar yang dipaparkan dalam novel ini di antaranya; upacara Balian (upacara yang dilakukan oleh seorang dukun dalam hubungannya dengan nasuq juus untuk pencarian jiwa yang hilang); upacara kwangke (Penguburan tulang-belulang); upacara nulin taun (upacara tahunan memuja para leluhur-dewa-agar dihindarkan dari malapetaka dan dosa)
Selain itu ada pula upacara kecil lain seperti ompong, sentean, ngejangkat, tempong pusong dll.
Dalam setiap upacara penulis mampu menggambarkan dengan detil membuat pembaca larut. Ketika beranjak dewasa kedatangan Tuan Smith (orang luar) membawa pengaruh modern membuat tokoh ‘Aku’ mengalami konfrontasi pikiran, pergolakan batin dan mulai meragukan dan timbul berbagai pertanyaan apakah hidup itu harus dilalui dengan upacara? Atau upacara adalah hidup itu sendiri.
Dari kesangsian-kesangsian itu pula tokoh Aku tak percaya lagi dengan Balian/dukun, mitos bahwa setiap gadis yang dicintai Aku akan mati muda (Wening dan Rei) karena kutukan. Di akhir cerita tokoh Aku dengan mantap tetap menikahi Ifling (adik Wening) karena tak ada seorang pun dapat mengetahui kematian seorang kecuali Tuhan Yang Maha Esa.
Saya merasakan kenikmatan tersendiri membaca novel ini. Dari kisah percintaan, kita bisa merasa apa yang di rasakan si Aku, kegalauan, kebingungan-kebingungan si Aku, bahkan di beberapa titik kita bisa merasakan kalau kita adalah si Aku sendiri.
Korrie mampu menghanyutkan dan meremas perasaan pembaca dengan diksinya. Secara implisit novel ini pun memberitahukan bahwa Mitos upacara – upacara yang tak dapat dijangkau dengan rasional karena banyak hal gaib di dalamnya serta biaya yang begitu banyaknya untuk upacara – upacara itu sendiri adalah suatu yang sia-sia.
Kesimpulannya novel ini sangat menarik, bahasanya indah, di ending penulis mampu membuat pembaca menerka-nerka apakah si Aku dan Ifling bahagia sampai menua dan mematahkan mitos atau justru Ifling mati muda juga. Novel ini sangat direkomendasikan karena selain menghibur, banyak nilai dapat diambil, mencerdaskan.
Rate 4,75/5
Judul : Upacara
Isbn : 979-419-181-7
EIsbn : 978-979-419-599-4
Penerbit : Dunia Pustaka Jaya
Tahun terbit : Cetakan pertama 1976
Sebelumnya untuk review novel ini mohon diluruskan jika ada kesalahan penangkapan cerita atau apa pun.
Upacara adalah novel pertama yang saya baca karya Korrie Layun Rampan. Memiliki bahasa yang menurut saya tinggi. Butuh waktu khusus untuk membaca novel dengan ketebalan kurang dari 150 halaman ini.
Novel ini memiliki diksi-diksi yang indah juga banyak diksi baru yang saya temui. Bahkan sejak awal membaca novel ini saya harus bolak-balik buka KBBI ataupun tesasaurus. Selain indah, novel kaya diksi ini mencerdaskan, banyak istilah daerah yang dipakai.Jika dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari kamu bisa mempelajari tradisi Jawa dari sebuah novel, maka membaca novel upacara akan mengajakmu berkelana dalam kebudayaan orang Benuaq (Dayak).
Pertama saya akan menyoroti alur cerita, dalam novel ini alur yang dipakai tak jauh berbeda dengan novel romance pada umumnya yang membedakan adalah pembawaan ceritanya, diksi yang menjadi ciri khasnya. Memiliki ending yang sederhana tapi mengena. Yang membuat proses bersatunya tokoh aku dengan Ifling menjadi istimewa adalah peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh ‘Aku’ sebelumnya.
Mengenai isi cerita, novel pemenang dalam kompetisi DKJ 1976 ini membawa pembaruan pada masanya, lokalitasnya kental sekali. Novel upacara ini menceritakan perjalanan spiritual ‘Aku’ yang hidup dalam sebuah masyarakat Benuaq—Dayak pedalaman Kalimantan.
Lahir, besar dan menjadi bagian dari suku Dayak mau tak mau harus mengikuti berbagai upacara adat baik berhubungan langsung dengan dirinya atau orang lain sebagai perwujudan kebaktian.
Setidaknya ada empat upacara besar yang dipaparkan dalam novel ini di antaranya; upacara Balian (upacara yang dilakukan oleh seorang dukun dalam hubungannya dengan nasuq juus untuk pencarian jiwa yang hilang); upacara kwangke (Penguburan tulang-belulang); upacara nulin taun (upacara tahunan memuja para leluhur-dewa-agar dihindarkan dari malapetaka dan dosa)
Selain itu ada pula upacara kecil lain seperti ompong, sentean, ngejangkat, tempong pusong dll.
Dalam setiap upacara penulis mampu menggambarkan dengan detil membuat pembaca larut. Ketika beranjak dewasa kedatangan Tuan Smith (orang luar) membawa pengaruh modern membuat tokoh ‘Aku’ mengalami konfrontasi pikiran, pergolakan batin dan mulai meragukan dan timbul berbagai pertanyaan apakah hidup itu harus dilalui dengan upacara? Atau upacara adalah hidup itu sendiri.
Dari kesangsian-kesangsian itu pula tokoh Aku tak percaya lagi dengan Balian/dukun, mitos bahwa setiap gadis yang dicintai Aku akan mati muda (Wening dan Rei) karena kutukan. Di akhir cerita tokoh Aku dengan mantap tetap menikahi Ifling (adik Wening) karena tak ada seorang pun dapat mengetahui kematian seorang kecuali Tuhan Yang Maha Esa.
Saya merasakan kenikmatan tersendiri membaca novel ini. Dari kisah percintaan, kita bisa merasa apa yang di rasakan si Aku, kegalauan, kebingungan-kebingungan si Aku, bahkan di beberapa titik kita bisa merasakan kalau kita adalah si Aku sendiri.
Korrie mampu menghanyutkan dan meremas perasaan pembaca dengan diksinya. Secara implisit novel ini pun memberitahukan bahwa Mitos upacara – upacara yang tak dapat dijangkau dengan rasional karena banyak hal gaib di dalamnya serta biaya yang begitu banyaknya untuk upacara – upacara itu sendiri adalah suatu yang sia-sia.
Kesimpulannya novel ini sangat menarik, bahasanya indah, di ending penulis mampu membuat pembaca menerka-nerka apakah si Aku dan Ifling bahagia sampai menua dan mematahkan mitos atau justru Ifling mati muda juga. Novel ini sangat direkomendasikan karena selain menghibur, banyak nilai dapat diambil, mencerdaskan.
Rate 4,75/5
Sabtu, 30 November 2019
Review Novel- Ketika Sakura Mekar
Judul : Ketika Sakura Mekar.
Penulis : Fiane N Setiadi.
Penerbit : KMC publisher. Penerbit Ujwart Media.
Isbn : 978-623-7055-68-6.
Tahun terbit : Cetakan pertama Juli 2019
Jumlah halaman : 285.
Dua alasan sebuah pernikahan dapat bertahan; kekuatan niat dan komitmen suami istri—Ketika Sakura Mekar halaman 2.
“Sejak awal mendampingi Bang Robby aku tidak bahagia. Saat aku butuh seseorang, dan mengharapkannya, dia tak pernah ada. Kalaupun ada, dia tak menganggap perasaanku dengan serius.” Halaman 276.
Novel ini karya beliau yang saya baca pertama kali. Menceritakan kisah sebuah keluarga Shopie dan Robby. Pada bab awal akan disuguhi konflik ringan sebagai pemantik konflik-konflik selanjutnya.
Penulis mampu menggambarkan perasaan yang terdapat dalam tokoh-tokohnya dengan baik. Dengan sudut pandang orang pertama, Kak Fiane berhasil menyeret pembaca memahami keadaan dan perasaan tokoh.
Ketika kita-saya-membaca POV Shopie mau pun Roby sangat kentara perbedaannya. Ini berhasil karena cara berpikir laki-laki dan perempuan sejatinya tak sama. Saya pribadi membaca POV Shopie seakan sedang bercermin. Begitulah sudut pandang wanita.
Bunyi ponsel menyelamatkanku dari ocehan mama—hal 29.
Begitulah penulis tanpa tedeng aling-aling menulis apa adanya bukan apa yang seharusnya. Tidak semua bisa menulis seperti ini, menabrak batasan-batasan mungkin akan menimbulkan asumsi negatif.
Plot yang di sajikan tertata dengan rapi meski terjadi pergantian POV Robby dan Shopie tidak menyebabkan alur berulang atau berlipat-lipat yang kadang membuat saya melewati adegan tersebut.
Penulis mampu mengupas tuntas sisi rentan Shopie sebagai istri dan Robby sebagai seorang suami.
Hanya saja pada halaman 273. “Pergi ke luar kamar dari sini, bukankah itu yang kamu ingin aku lakukan?” Sergahku dingin—POV Robby.
Pada kalimat di atas, saya membaca sampai tiga kali. Mungkin bisa disederhanakan. “Pergi dari sini, bukankah itu yang kamu inginkan?”
“Tidak, Ma. Aku yakin Bang Robby bukan orang seperti itu,” jawab Shopie. Pada akhirnya dia mengeluarkan suara walau serak.
Pada bagian penyelesaian ada yang menurut saya sedikit mengganggu. Padahal sebelumnya sudah berbicara cukup banyak. Namun, tak begitu bermasalah karena tak terlalu berpengaruh terhadap alur.
Ada beberapa Typo yang saya jumpai, penulisan nama Shopie.
Shopie menjadi Soophie—halaman 278. Ini terletak di awal paragraf jadi langsung terekspos.
Pada halaman yang sama Shopie menjadi Sophie.
Kesimpulannya, buku ini layak untuk dibaca berbagai kalangan, topik yang diangkat tidak stereotip. Banyak nilai yang dapat diambil bagi seorang suami, istri, mertua, semua turut andil di mana jika keseimbangan peran terganggu, semua akan goncang dan jauh dari kesempurnaan.
Buku ini rekomend banget buat kamu yang cari bacaan bergizi.
Rate 4.25/5
Jumat, 29 November 2019
Bingung Memilih Bacaan yang Cocok Sesuai Usia? 5 Tips ini Bisa Momy Coba.
Bingung Memilih Bacaan yang Cocok Sesuai Usia? 5 Tips ini Bisa Momy Coba.
Pada dasarnya semua orang tua menginginkan anak-anak berkembang dengan baik sesuai usianya. Tak jarang orang tua memberinya berbagai bacaan guna menambah kosa kata dan wawasan mereka. Namun, tidak sedikit orang tua kerap bingung memilih bacaan yang sesuai dengan usia mereka.
Bahkan ada beberapa tipe orang tua memberi bacaan yang belum sesuai dengan usianya. Justru menghambat perkembangan otaknya dalam mencerna pada saat usia bertambah.
Memberi bacaan terlalu cepat atau lambat tak membuat otak bekerja efisien. Misalnya anak tiga tahun sudah di beri buku dengan tulisan yang padat tentu tak sesuai dengan kapasitas otaknya. Begitu pula anak usia sembilan tahun diberi bacaan tak sedikit pun ada tulisan hanya gambar-gambar tentu tak sesuai dengan usianya. Berikut 5 Tips memilih buku bacaan yang tepat berdasar usia anak.
1. Usia 0-12 bulan.
Pada usia 0-12 bulan enggak salah dikasih buku bacaan? Kan masih belum mengerti apa-apa, belum paham apa pun. Justru itu uniknya, kemurnian seorang bayi yang masih kosong seperti flashdisk kitalah sebagai orang tua wajib mengisinya dengan membiasakan membaca dongeng sebelum tidur. 1000 hari pertama perkembangan seorang bayi masa gold ini kita manfaatkan sebaik mungkin agar si kecil mendengar banyak kosa kata baru.
2. Usia Batita.
Usia di bawah tiga tahun atau lebih dikenal dengan sebutan batita sangat baik bagi kita mengenalkan sebuah buku kepada anak. Pilih buku yang tidak memiliki permukaan kasar agar anak tak terluka. Juga buku jangan terlalu tipis agar buku tak rusak. Pilihlah buku terbuat dari bantal tipis atau kain tebal seperti kain flanel. Pada usia ini pilihlah buku bergambar dan berwarna cerah. Jangan terlalu tebal karena anak akan lekas bosan.
3. Usia prasekolah.
Pada usia ini penting sekali memberi bacaan yang cocok sesuai usianya. Usia prasekolah membutuhkan bacaan yang mempersiapkan dirinya memasuki dunia baru yaitu dunia sekolah. Anak-anak usia ini masih perlu buku dengan gambar disertai sedikit tulisan karena target mereka bukan membaca tetapi mengenal sebuah buku. Pada usia ini anak-anak sudah bisa diberi buku-buku berbahan kertas tebal agar tak mudah rusak. Gambar dengan warna-warna menarik.
4. Usia Sekolah Dasar.
Pada usia sekolah membaca buku adalah bekal utama. Bisa dibayangkan sekolah tanpa membaca? Mustahil, bukan. Mengenalkan buku sejak dini akan menumbuhkan rasa cinta membaca. Masa ini anak-anak bisa membaca dalam durasi yang cukup lama. Anak-anak bisa disuguhi cerpen. Cerita rakyat, dongeng dan legenda. Tentu saja selain buku fiksi diimbangi membaca nonfiksi—buku pelajaran. Secara umum, usia ini bisa memelihara buku. Meski begitu tak sembarang buku kita bisa pilih buku dengan Hard cover agar tak mudah rusak.
5. Remaja.
Memilih bacaan yang cocok sesuai dengan usia remaja bukan fokus pada fisik buku melainkan fokus pada konten/isi buku. Sebagai orang tua kita yang wajib mengontrol jenis bacaan apa yang sesuai usianya. Misalnya dengan memperhatikan peringatan usia minimal yang tertera pada sampul misalnya 15+,17+, 21+ dll. Sampai mereka bisa menentukan sendiri yang terbaik menurut mereka.
Lima Tips di atas dapat momi terapkan dalam memilih bacaan yang cocok sesuai usia. Apakah sudah menerapkannya dalam memilih bacaan yang cocok sesuai usia?
Pada dasarnya semua orang tua menginginkan anak-anak berkembang dengan baik sesuai usianya. Tak jarang orang tua memberinya berbagai bacaan guna menambah kosa kata dan wawasan mereka. Namun, tidak sedikit orang tua kerap bingung memilih bacaan yang sesuai dengan usia mereka.
Bahkan ada beberapa tipe orang tua memberi bacaan yang belum sesuai dengan usianya. Justru menghambat perkembangan otaknya dalam mencerna pada saat usia bertambah.
Memberi bacaan terlalu cepat atau lambat tak membuat otak bekerja efisien. Misalnya anak tiga tahun sudah di beri buku dengan tulisan yang padat tentu tak sesuai dengan kapasitas otaknya. Begitu pula anak usia sembilan tahun diberi bacaan tak sedikit pun ada tulisan hanya gambar-gambar tentu tak sesuai dengan usianya. Berikut 5 Tips memilih buku bacaan yang tepat berdasar usia anak.
1. Usia 0-12 bulan.
Pada usia 0-12 bulan enggak salah dikasih buku bacaan? Kan masih belum mengerti apa-apa, belum paham apa pun. Justru itu uniknya, kemurnian seorang bayi yang masih kosong seperti flashdisk kitalah sebagai orang tua wajib mengisinya dengan membiasakan membaca dongeng sebelum tidur. 1000 hari pertama perkembangan seorang bayi masa gold ini kita manfaatkan sebaik mungkin agar si kecil mendengar banyak kosa kata baru.
2. Usia Batita.
Usia di bawah tiga tahun atau lebih dikenal dengan sebutan batita sangat baik bagi kita mengenalkan sebuah buku kepada anak. Pilih buku yang tidak memiliki permukaan kasar agar anak tak terluka. Juga buku jangan terlalu tipis agar buku tak rusak. Pilihlah buku terbuat dari bantal tipis atau kain tebal seperti kain flanel. Pada usia ini pilihlah buku bergambar dan berwarna cerah. Jangan terlalu tebal karena anak akan lekas bosan.
3. Usia prasekolah.
Pada usia ini penting sekali memberi bacaan yang cocok sesuai usianya. Usia prasekolah membutuhkan bacaan yang mempersiapkan dirinya memasuki dunia baru yaitu dunia sekolah. Anak-anak usia ini masih perlu buku dengan gambar disertai sedikit tulisan karena target mereka bukan membaca tetapi mengenal sebuah buku. Pada usia ini anak-anak sudah bisa diberi buku-buku berbahan kertas tebal agar tak mudah rusak. Gambar dengan warna-warna menarik.
4. Usia Sekolah Dasar.
Pada usia sekolah membaca buku adalah bekal utama. Bisa dibayangkan sekolah tanpa membaca? Mustahil, bukan. Mengenalkan buku sejak dini akan menumbuhkan rasa cinta membaca. Masa ini anak-anak bisa membaca dalam durasi yang cukup lama. Anak-anak bisa disuguhi cerpen. Cerita rakyat, dongeng dan legenda. Tentu saja selain buku fiksi diimbangi membaca nonfiksi—buku pelajaran. Secara umum, usia ini bisa memelihara buku. Meski begitu tak sembarang buku kita bisa pilih buku dengan Hard cover agar tak mudah rusak.
5. Remaja.
Memilih bacaan yang cocok sesuai dengan usia remaja bukan fokus pada fisik buku melainkan fokus pada konten/isi buku. Sebagai orang tua kita yang wajib mengontrol jenis bacaan apa yang sesuai usianya. Misalnya dengan memperhatikan peringatan usia minimal yang tertera pada sampul misalnya 15+,17+, 21+ dll. Sampai mereka bisa menentukan sendiri yang terbaik menurut mereka.
Lima Tips di atas dapat momi terapkan dalam memilih bacaan yang cocok sesuai usia. Apakah sudah menerapkannya dalam memilih bacaan yang cocok sesuai usia?
Review Novel La Barka karangan N.H. DINI.
Judul : La Barka.
Penulis : NH. Dini.
Isbn : 978-979-22-5439-6
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama.
Tahun cetak : cetakan pertama tahun 1975.
Aku seharusnya tidak bermimpi terus-terusan tentang kehidupan yang sering kita bicarakan bersama. Di dalam kamar tenang dan menentramkan itu, aku akan mencoba menyusun kejadian-kejadian yang kualami dan yang telah kujanjikan akan kuceritakan padamu—La Barka halaman 9.
Penulis sangat menekankan riset tentang lokasi hingga La Barka dapat dirasakan secara nyata oleh pembaca.
Di awal bab sejujurnya saya kurang tertarik dengan opening cuaca, mungkin karena ini terbitan tahun 1975-an pada masalah opening seperti ini sangat lumrah bahkan bisa dikatakan trend juga sesuai tema yang diangkat sebuah tempat yang disebut La Barka yaitu suatu rumah di sebuah desa di Perancis Selatan. Tetapi, di bab selanjutnya penulis mengisahkan tentang aku yang sedang menunggu masa perceraiannya.
Penulis mampu mengemas dalam sudut pandang yang unik. Pada bagian di mana penulis menujukan kepada ‘engkau’ feelnya dapet banget.
Namun meskipun demikian, aku masih belum benar-benar sanggup menyentak kan kau dari lubuk hatiku. Segalanya terbayang dengan sendirinya. Semua ucapan yang kau ucapkan kepadaku mendengung dan mendapatkan persetujuan dari balik kalbuku. Sekali-kali kau hanyut jika Robert melabuhkan pandangannya yang melumatkan semua dayaku, jika pemuda itu mencuri beberapa kebebasan untuk menggugah api nafsuku. Tetapi kau selalu ada dalam diriku. Kehadiran yang tak tersentuh ditambah dengan dasar setia dari ajaran yang kuterima, kau memenjarakanku di lingkungan yang tidak pasti hingga di mana garis akhirnya—halaman 231.
“Kau benar. Tapi setidak-tidaknya kau dapat berkata kau suka kepadanya atau tidak.” Halaman 31.
Saya kurang nyaman membaca bagian ini karena ada tiga kata kau yang terlalu berdekatan.
Karakter aku yang labil sangat realistis seperti wanita pada umumnya. Hingga kegalauan tokoh aku begitu terasa.
Untuk ukuran buku harian, tokoh yang dibahas sangat banyak walaupun saling berkaitan, beberapa kali saya kehilangan fokus.
Ada salah ketik di halaman 36 kata tinggal tertulis ‘tingggal’.
Pada halaman 128 pada kata melihat tertulis mellihat.
Pada halaman 147 Shopie tertulis Shopi.
Kelebihan satu tanda titik (.) Di halaman 178.
Namun, tak begitu kentara dan tak terlalu berpengaruh dalam cerita.
Untuk kamu yang tengah mencari bacaan, La Barka cukup manis bisa jadi opsi. Endingnya landai. Tapi, membekas.
Rate 3.5/5
Judul : La Barka.
Penulis : NH. Dini.
Isbn : 978-979-22-5439-6
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama.
Tahun cetak : cetakan pertama tahun 1975.
Aku seharusnya tidak bermimpi terus-terusan tentang kehidupan yang sering kita bicarakan bersama. Di dalam kamar tenang dan menentramkan itu, aku akan mencoba menyusun kejadian-kejadian yang kualami dan yang telah kujanjikan akan kuceritakan padamu—La Barka halaman 9.
Penulis sangat menekankan riset tentang lokasi hingga La Barka dapat dirasakan secara nyata oleh pembaca.
Di awal bab sejujurnya saya kurang tertarik dengan opening cuaca, mungkin karena ini terbitan tahun 1975-an pada masalah opening seperti ini sangat lumrah bahkan bisa dikatakan trend juga sesuai tema yang diangkat sebuah tempat yang disebut La Barka yaitu suatu rumah di sebuah desa di Perancis Selatan. Tetapi, di bab selanjutnya penulis mengisahkan tentang aku yang sedang menunggu masa perceraiannya.
Penulis mampu mengemas dalam sudut pandang yang unik. Pada bagian di mana penulis menujukan kepada ‘engkau’ feelnya dapet banget.
Namun meskipun demikian, aku masih belum benar-benar sanggup menyentak kan kau dari lubuk hatiku. Segalanya terbayang dengan sendirinya. Semua ucapan yang kau ucapkan kepadaku mendengung dan mendapatkan persetujuan dari balik kalbuku. Sekali-kali kau hanyut jika Robert melabuhkan pandangannya yang melumatkan semua dayaku, jika pemuda itu mencuri beberapa kebebasan untuk menggugah api nafsuku. Tetapi kau selalu ada dalam diriku. Kehadiran yang tak tersentuh ditambah dengan dasar setia dari ajaran yang kuterima, kau memenjarakanku di lingkungan yang tidak pasti hingga di mana garis akhirnya—halaman 231.
“Kau benar. Tapi setidak-tidaknya kau dapat berkata kau suka kepadanya atau tidak.” Halaman 31.
Saya kurang nyaman membaca bagian ini karena ada tiga kata kau yang terlalu berdekatan.
Karakter aku yang labil sangat realistis seperti wanita pada umumnya. Hingga kegalauan tokoh aku begitu terasa.
Untuk ukuran buku harian, tokoh yang dibahas sangat banyak walaupun saling berkaitan, beberapa kali saya kehilangan fokus.
Ada salah ketik di halaman 36 kata tinggal tertulis ‘tingggal’.
Pada halaman 128 pada kata melihat tertulis mellihat.
Pada halaman 147 Shopie tertulis Shopi.
Kelebihan satu tanda titik (.) Di halaman 178.
Namun, tak begitu kentara dan tak terlalu berpengaruh dalam cerita.
Untuk kamu yang tengah mencari bacaan, La Barka cukup manis bisa jadi opsi. Endingnya landai. Tapi, membekas.
Rate 3.5/5
Langganan:
Komentar (Atom)






