Jumat, 29 November 2019

Review Novel La Barka karangan N.H. DINI.
Judul : La Barka.
Penulis : NH. Dini.
Isbn : 978-979-22-5439-6
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama.
Tahun cetak : cetakan pertama tahun 1975.



Aku seharusnya tidak bermimpi terus-terusan tentang kehidupan yang sering kita bicarakan bersama. Di dalam kamar tenang dan menentramkan itu, aku akan mencoba menyusun kejadian-kejadian yang kualami dan yang telah kujanjikan akan kuceritakan padamu—La Barka halaman 9.

Penulis sangat menekankan riset tentang lokasi hingga La Barka dapat dirasakan secara nyata oleh pembaca.
Di awal bab sejujurnya saya kurang tertarik dengan opening cuaca, mungkin karena ini terbitan tahun 1975-an pada masalah opening seperti ini sangat lumrah bahkan bisa dikatakan trend juga sesuai tema yang diangkat sebuah tempat yang disebut La Barka yaitu suatu rumah di sebuah desa di Perancis Selatan. Tetapi, di bab selanjutnya penulis mengisahkan tentang aku yang sedang menunggu masa perceraiannya.

Penulis mampu mengemas dalam sudut pandang yang unik. Pada bagian di mana penulis menujukan kepada ‘engkau’ feelnya dapet banget.

Namun meskipun demikian, aku masih belum benar-benar sanggup menyentak kan kau dari lubuk hatiku. Segalanya terbayang dengan sendirinya. Semua ucapan yang kau ucapkan kepadaku mendengung dan mendapatkan persetujuan dari balik kalbuku. Sekali-kali kau hanyut jika Robert melabuhkan pandangannya yang melumatkan semua dayaku, jika pemuda itu mencuri beberapa kebebasan untuk menggugah api nafsuku. Tetapi kau selalu ada dalam diriku. Kehadiran yang tak tersentuh ditambah dengan dasar setia dari ajaran yang kuterima, kau memenjarakanku di lingkungan yang tidak pasti hingga di mana garis akhirnya—halaman 231.

 “Kau benar. Tapi setidak-tidaknya kau dapat berkata kau suka kepadanya atau tidak.” Halaman 31.

Saya kurang nyaman membaca bagian ini karena ada tiga kata kau yang terlalu berdekatan.

Karakter aku yang labil sangat realistis seperti wanita pada umumnya. Hingga kegalauan tokoh aku begitu terasa.

Untuk ukuran buku harian, tokoh yang dibahas sangat banyak walaupun saling berkaitan, beberapa kali saya kehilangan fokus.

Ada salah ketik di halaman 36 kata tinggal tertulis ‘tingggal’.
Pada halaman 128 pada kata melihat tertulis mellihat.
Pada halaman 147 Shopie tertulis Shopi.
Kelebihan satu tanda titik (.) Di halaman 178.
Namun, tak begitu kentara dan tak terlalu berpengaruh dalam cerita.

Untuk kamu yang tengah mencari bacaan,  La Barka cukup manis bisa jadi opsi. Endingnya landai. Tapi, membekas.

Rate 3.5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar