Review Novel
Fake Love- Aku, Kau dan Gunpla-nya.
Menikah tak sekadar memenuhi stigma masyarakat untuk memiliki pasangan hidup, ataupun menggenapkan syariat agama. Lalu langsung bahagia seperti kisah romansa putri-putri raja. Tidak.
Menikah merupakan proses adaptasi antara dua manusia asing yang tadinya tak saling mengenal; belajar untuk saling memahami. Belajar arti toleransi dan memaafkan. Saling mengisi dan melengkapi.
Seperti kepingan puzle yang tercerai pada awalnyai, namun akan tersusun apik jika keduanya saling bahu-membahu mengurutkannya perlahan.
Kegagalan terbesar adalah ketika memaksa kedua kepingan puzle yang seharusnya tak saling berdampingan—Fake Love- Aku, Kau dan Gunpla-nya.
Novel Fake Love- Aku, Kau dan Gunpla-nya karangan Shireishou ini menceritakan Arlin. Arlin gadis penyuka bento. Bekerja sebagai blogger membuatnya jarang berinteraksi dengan lawan jenis. Di usia yang sudah matang, tak ada keinginan untuk menikah. Namun, mamanya mendaftarkan Arlin ke sebuah situs biro jodoh online.
Di bab awal berkisah tentang Arlin memutuskan menikah dengan orang yang di kenalnya melalui situs ayonikah.com membawanya pada kisah percintaan dengan Delan.
Ini buku kedua karya Shireishou yang saya baca setelah One Step. Keduanya memiliki ciri khas, kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pertama yang saya soroti adalah tentang cara penulis yang melakukan riset mendalam tentang bentorang dan gunpla. Terlihat dari cara penyampaian, seakan penulisnya memang sangat mahir dalam membuat bento, sedangkan sepanjang saya mengenalnya, Shireishou ini kurang pandai memasak. Penjabarang tentang gunpla pun mendetil, tetapi enjoy tak berasa dijejali artikel.
“Isssssh ... gue pengin lempar saus puyonghai ke kepala lo biar adem!” (Halaman 9)
“Lo nyebelin.” Delan mengerjap. Nyebelin baginya terdengar sebuah kata yang singkat, padat, tapi nggak jelas—halaman 99.
Penulis mampu menggambarkan karakter tokoh dengan sangat baik melalui narasi maupun dialog. Kita bisa mengenali setiap tokoh dengan mudah.
Penulis juga menyinggung sisi rentan tokoh misalnya pada halaman 10 melalui sosok rietma. Dan pada bagian menjelang akhir. Penulis mampu mengaduk emosi pembaca dengan baik dengan gaya bahasa yang khas. Seakan naik jentera, tadinya melambung tiba-tiba menukik tajam seperti pada halaman 22 tentang kedatangan Jeng Elly. Delan memeragakan angkat beban pada halaman 64.
Namun, ada beberapa kesalahan ketik nama Arlin menjadi Alin pada halaman 65.
Foodcourt tidak di cetak miring—halaman 149.
Mengikuti menjadi menyiku—halaman 160. Namun, tidak terlalu mengganggu. Novel ini cocok banget buat kamu yang suka novel percintaan. Dengan diksi yang keren, tetapi tidak berbelit-belit.
Tak ada cerita yang sempurna, yang ada hanya saja cerita yang sesuai selera pembaca. Karena cerita ini sesuai dengan selera saya.
Saya kasih Rate 4.5/5.

Bagus bagus... Hehehe
BalasHapusMakasih kak alif sudah mampir
HapusWaw. Jadi pengen baca juga.
BalasHapusBaca kak, cocok banget buat yang menjalani sebuah hubungan baru
BalasHapus