Pada dasarnya semua orang tua menginginkan anak-anak berkembang dengan baik sesuai usianya. Tak jarang orang tua memberinya berbagai bacaan guna menambah kosa kata dan wawasan mereka. Namun, tidak sedikit orang tua kerap bingung memilih bacaan yang sesuai dengan usia mereka.
Bahkan ada beberapa tipe orang tua memberi bacaan yang belum sesuai dengan usianya. Justru menghambat perkembangan otaknya dalam mencerna pada saat usia bertambah.
Memberi bacaan terlalu cepat atau lambat tak membuat otak bekerja efisien. Misalnya anak tiga tahun sudah di beri buku dengan tulisan yang padat tentu tak sesuai dengan kapasitas otaknya. Begitu pula anak usia sembilan tahun diberi bacaan tak sedikit pun ada tulisan hanya gambar-gambar tentu tak sesuai dengan usianya. Berikut 5 Tips memilih buku bacaan yang tepat berdasar usia anak.
1. Usia 0-12 bulan.
Pada usia 0-12 bulan enggak salah dikasih buku bacaan? Kan masih belum mengerti apa-apa, belum paham apa pun. Justru itu uniknya, kemurnian seorang bayi yang masih kosong seperti flashdisk kitalah sebagai orang tua wajib mengisinya dengan membiasakan membaca dongeng sebelum tidur. 1000 hari pertama perkembangan seorang bayi masa gold ini kita manfaatkan sebaik mungkin agar si kecil mendengar banyak kosa kata baru.
2. Usia Batita.
Usia di bawah tiga tahun atau lebih dikenal dengan sebutan batita sangat baik bagi kita mengenalkan sebuah buku kepada anak. Pilih buku yang tidak memiliki permukaan kasar agar anak tak terluka. Juga buku jangan terlalu tipis agar buku tak rusak. Pilihlah buku terbuat dari bantal tipis atau kain tebal seperti kain flanel. Pada usia ini pilihlah buku bergambar dan berwarna cerah. Jangan terlalu tebal karena anak akan lekas bosan.
3. Usia prasekolah.
Pada usia ini penting sekali memberi bacaan yang cocok sesuai usianya. Usia prasekolah membutuhkan bacaan yang mempersiapkan dirinya memasuki dunia baru yaitu dunia sekolah. Anak-anak usia ini masih perlu buku dengan gambar disertai sedikit tulisan karena target mereka bukan membaca tetapi mengenal sebuah buku. Pada usia ini anak-anak sudah bisa diberi buku-buku berbahan kertas tebal agar tak mudah rusak. Gambar dengan warna-warna menarik.
4. Usia Sekolah Dasar.
Pada usia sekolah membaca buku adalah bekal utama. Bisa dibayangkan sekolah tanpa membaca? Mustahil, bukan. Mengenalkan buku sejak dini akan menumbuhkan rasa cinta membaca. Masa ini anak-anak bisa membaca dalam durasi yang cukup lama. Anak-anak bisa disuguhi cerpen. Cerita rakyat, dongeng dan legenda. Tentu saja selain buku fiksi diimbangi membaca nonfiksi—buku pelajaran. Secara umum, usia ini bisa memelihara buku. Meski begitu tak sembarang buku kita bisa pilih buku dengan Hard cover agar tak mudah rusak.
5. Remaja.
Memilih bacaan yang cocok sesuai dengan usia remaja bukan fokus pada fisik buku melainkan fokus pada konten/isi buku. Sebagai orang tua kita yang wajib mengontrol jenis bacaan apa yang sesuai usianya. Misalnya dengan memperhatikan peringatan usia minimal yang tertera pada sampul misalnya 15+,17+, 21+ dll. Sampai mereka bisa menentukan sendiri yang terbaik menurut mereka.
Lima Tips di atas dapat momi terapkan dalam memilih bacaan yang cocok sesuai usia. Apakah sudah menerapkannya dalam memilih bacaan yang cocok sesuai usia?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar